Jumat, 17 Juni 2011

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENGHADAPI DILEMA ETIK / MORAL PELAYANN KEBIDANAN

Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada.
Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan:
  1. Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan mudah terpengaruh
  2. Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap nsuatu kasus
  3. Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik.
  4. Wewenwng lebih bersifat rutinitas
  5. Rasional, keputusan bersifat obyektif, trasparan, konsisten

Faktor-Faktor  Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1.      Posisi/kedudukan
2.      Masalah, terstruktur, tidak tersruktur, rutin,insidentil
3.      Situasi:faktor konstan, faktor tidak konstan
4.      Kondisi, faktor-faktor yang menentukan daya gerak
5.      Tujuan, antara atau obyektif

Kerangka Pengambilan Keputusan
Sistim pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktek suatu profesi. Keberadaan yang sangat penting, karena akan menentukan tindakan selanjutnya.

Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh 2 hal :
  1. Pelayanan ”one to one” : Bidan dan klien yang bersifat sangat pribadi dan bidan bisa memenuhi kebutuhan.
  2. Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan.

Mengapa AKI AKB di Indonesia masih tinggi ? ada 3 keterlibatan pengambilan keputusan :
  1. Terlambat mengenali tanda – tanda bahaya kehamilan sehingga terlambat untuk memulai pertolongan
  2. Terlambat tiba di fasilitas pelayanan kesehatan
  3. Terlambat mendapat pelayanan setelah tiba di tempat pelayanan.
Contoh : - Dokter tidak ada, persediaan darah di PMI  habis
( Empat ) Tingkatan Kerja Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik.

TK I
Keputusan dan tindakan : Bidan merefleksikan pada pengalaman atau
                                              pengalaman rekan kerja.

TK II
Peraturan         : berdasarkan kaidah kejujuran ( berkata benar), privasi,
                      kerahasiaan dan kesetiaan ( menepati janji).
                     Bidan sangat familiar, tidak meninggalkan kode etik dan
                     panduan praktek profesi.

TK III
Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan:
  1. ANTONOMY, memperhatikan penguasaan diri, hak kebebasan dan pilihan individu.
  2. BENETICENCE, memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien, selain itu berbuat terbaik untuk orang lain.
  3. NON MALETICENCE, tidak melakukan tindakan yang menimbulkan penderitaan apapun kerugian pada orang lain.
  4. YUSTICE, memperhatikan keadilan, pemerataan beban dan keuntungan. ( Beaucamo & Childrens 1989 dan Richard, 1997)

Dasar Pengambilan keputusan :
  1. Ketidak  sanggupan ( bersifat segera)
  2. Keterpaksaaan karena suatu krisis, yang menuntut sesuatu unutuk segera dilakukan.

Bentuk pengambilan keputusan :
  1. Strategi : dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan, rencana dan masa depan, rencana bisnis dan lain-lain.
  2. Cara kerja : yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia, klinik, dan komunitas.
  3. Individu dan profesi : dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh standart praktik kebidanan.

Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan :
  1. Mengenal dan mengidentifikasi masalah
  2. Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang.
  3. Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai.
  4. Mempertimbangkan pilihan yang ada.
  5. Mengevaluasi pilihan tersebut.
  6. Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya.

PENGAMBILAN  KEPUTUSAN  YANG  ETIS
Ciri 2nya:
1.Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah
2.Sering menyangkut pilihn yang sukar
3. Tidak mungkin dielakkan
4. Dipengaruhi oleh norma, situasi, iman,lingkungan sosial


MENGAPA KITA PERLU MENGERTI SITUASI:
 1.U/ menerapakan norma-norma terhadap situasi
2.U/ melakukan perbuatan yang tepat dan berguna
3.U/ mengetahui masalah-masalah yang perlu diperhatikan

Kesulitan Dalam   Mengerti Situasi :
1.      Kerumitan situasi  dan keterbatasan pengetauan kita
2.      Pengertian kita terhadp situasi sering dipengaruhi oleh kepentingan, prasangka dan faktor 2 subyektif lain.

 Bagaimana Kita Memperbaiki Pengertian Kita Tentang Situasi:
             1.Melakukan penyelidikan yang memadahi
   2. Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli
   3. Memperluas pandangan tentang situasi
             4. Kepekaan terhadap pekerjaan
             5.Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain

Tips pengambilan keputusan dalam keadaan kritis :
  1. Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya, baik oleh sendiri atau dengan orang lain.
  2. Tetapkan hasil apa yang diinginkan.
  3. Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada.
  4. Pilih solusi yang lebih baik.
  5. Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan.

Pengambilan keputusan klinis adalah keputusan yg diambil berdasarkan kebutuhan dan masalahyang dihadapi klien, sehingga semua tindakan yang dilakukan bidan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi klien yang bersifat emergensi, antisipasi, atau rutin.

Pengambilan Keputusan Klinis Tergantung:
  1. Pengetahuan
  2. Latihan Praktek
  3. Pengalaman

Pengambilan Keputusan Klinis yang benar dan tepat:
  1. Menghindari pekerjan atau tindakan rutin yamng tidak sesuai dgn kebutuhan klien
  2. Meningkatkan efektitivitas dan efesiensi pelayanan yang diberikan
  3. Membiasakan Bidan berfikir dan bertindak sesuai standart
  4. Memberikan kepuasan pelanggan

Dalam Kasus Emergensi Dan Menghadapi Situasi Panik : ada 2 Hal
a.       Mempertimbangkan satu solusi berdasarkan pengalaman dimasa
Lampau
b.      Meninjau simpanan pengetahuan yg relevan dgn keadaan tsb

Langkah 2 Pengambilan Keputusan Klinis Menggunakan
1.      Penilaian ( pengumpulan informasi)
2.      DX ( Penafsiran)
3.      Perencanan
4.      Intervensi
5.      Evaluasi

TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUUSAN
1.      Teori  Utilitarisme:
 Ketika keputusan diambil, memaksimalkan kesenangan, meminimalkan ketidaksenangan.
2.      Teori Deontology
Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. Contoh bila berjanji ditepati, bila pinjam hrus dikembalikan
3.      Teori Hedonisme:
Menurut Aristippos , sesui kodratnya, setiap  manusia mencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan.
4.      Teori Eudemonisme:
Menurut Filsuf Yunani Aristoteles , bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kiata

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar